Selimut dalam Ribuan Eskpresi Hati

Di hadapku, ia memeluk hati yang kuselimuti dengan kehangatan di kala malam.

Manakala terik tiba, serasa terbakar selimut itu merasakan sentuhan asing yang tak dikenal sebelumnya pada hatinya.

Panas, terbakar, robek, jatuh selimut seutuhnya hingga ia dapat memeluk hati langsung dengan caranya yang fana.

Ingin rasa untuk berontak, melawan ia yang melepaskan hati dari selimut hangatnya, membunuhnya dengan lilitan erat hingga ia kehabisan nafas, tapi itu malah akan membuat hati ikut tercekik.

Bersabar dan memberi solusi pada hati dengan bijak, tapi emosi terus bergejolak saat ia melakukannya lebih sering lagi di hadapku

. Baca lebih lanjut